-

Hampir Tak Mungkin Jokowi Dimakzulkan

Posted on

Seorang kawan cerita dengan nada gusar. “wah, sepertinya KMP akan melengserkan Jokowi. DPR dan MPR sudah mereka kuasai”. Bukan kali ini saja saya mendengar penyataan seperti itu. Beberapa pengamat di media massa juga menyatakan demikian. Kalau yang menyatakan hal ini tukang ojek di pangkalan. Saya tak ambil peduli. Biasa bergosip dengan bumbu politik disana sini. Tapi, jika yang menyatakan hal itu mengatas namakan pengamat politik, saya tak habis pikir. Darimana rumus itu didapat. Cemas sih boleh saja asal jangan berakibat GAD (Generlized Anxiety Disorder). Apa karena membaca ancaman Hasyim (adik Prabowo) yang akan menggunakan segala power untuk menghambat pemerintahan Jokowi. Kenapa mesti risau. Seorang saudagar yang mungkin teks Pancasila saja dia tidak hapal.

Baca entri selengkapnya »

Presiden SBY Siapkan Perppu; Pakar, Publik, dan PDI-P Beri Apresiasi

Posted on Updated on

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan akan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk menjamin tetap diadakannya pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat dengan sejumlah perbaikan. Banyak pihak menyambut baik langkah politik Presiden Yudhoyono itu.

Baca entri selengkapnya »

Wahabi, ISIS, dan Khawarijisme

Posted on

Al Syahrustani dalam kitab Al Milal wa Al-Nihal menulis,”(Dalam sejarah Islam) Tidak pernah pedang dihunus dan tak pernah darah ditumpahkan seperti karena pertikaian dalam soal imamah.” Artinya, dalam soal imamah (kepemimpinan—artinya masalah internalnya sendiri), orang Islam bisa lebih kejam.
Dalam perspektif inilah mungkin kita bisa melihat kasus Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) lebih menyeluruh. Sebab, bagaimana mungkin kita bisa memahami teganya kalangan ISIS—dan sebaliknya, bisa membunuh sesama muslim, saudaranya seagama yang bertuhan sama dan bersahadat sama, kecuali dengan kerangka berpikir seperti di atas. Kita tahu, musuh yang diperangi ISIS seringkali sesama Muslim—meski mereka memberinya embel-embel primordial lain, Syiah, misalnya. Baca entri selengkapnya »

KELAUTAN; Mengintip Kekayaan Energi di Laut

Posted on Updated on

LAUT  memiliki ”segalanya”. Laut menjawab ”semua” persoalan. Laut adalah ”ibu kehidupan”—jika kita ingat planet berevolusi dari zat gas-cair-padat. Potensi dan fungsi laut demikian luas rentangnya. Di sisi lain, laut juga menjadi daerah yang rawan berbagai gangguan, mulai dari penyelundupan, pencurian ikan, perompakan, hingga kecelakaan. Sejumlah pakar dari berbagai bidang ilmu berkumpul, berbagi pengetahuan tentang peluang kemanfaatan, fungsi, dan kerentanan laut, di Center for Oceanography and Marine Technology (COMT) Universitas Surya, Jumat (29/8), di Tangerang, Banten.

Baca entri selengkapnya »

Restitusi Hak Wilayah Adat

Posted on

SUNGGUH merupakan suatu kejanggalan yang membangkitkan rasa ingin tahu serta penting, menarik, dan layak untuk dipahami mengapa Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai tak mengakui keberadaan masyarakat adat dengan segenap hak asal-usulnya?

Kejanggalan itu tak lain karena masyarakat adat tersebut telah hadir dalam kenyataan sejarah jauh terlebih dahulu daripada suatu organisasi kekuasaan teritorial yang diberi nama negara nasional (bahkan sebelum negara kolonial).

Baca entri selengkapnya »

Jurus Pamungkas BBM Bersubsidi

Posted on Updated on

PRODUKSI minyak nasional pada Juli 2014 tinggal 788.000 barrel per hari, hanya separuh dari tingkat produksi 34 tahun lalu (1980). Sebaliknya, konsumsi minyak naik dua kali lipat hanya dalam waktu 20 tahun, dari sekitar 807.000 barrel per hari tahun 1994 menjadi sekitar 1.650.000 barrel per hari tahun 2014.

Baca entri selengkapnya »

Tempat Kalla dalam ”Revolusi Jokowi”

Posted on

BAGAIMANA ”Revolusi Jokowi” harus digambarkan?Pada 11 Juli 2014, saya mendapat pesan pendek dari Kak Ruqayyah Ibrahim Na’im yang tinggal  di Banda Aceh: ”Gimana kira-kira bayangan capresnya, Dik? Aku galau nih.” Pada 17 Juli berikutnya, pertanyaan pesan pendeknya kian menjurus: ”Adindaku! Bagaimana Jokowiku?” Ketika saya menjawab, ”Terpilih, Kak”, ia merespons: ”Alhamdulillah. Allahu akbar!” Namun, ia kembali cemas, seperti terlihat pada pesan pendek 19 Juli: ”Maaf adinda, seberapa pengaruh untuk JKW dengan pemilu ulang di Jakarta hari ini?” Pada 2 Agustus lalu, saya melihat tanda miscall darinya. Sambil mengucapkan selamat Lebaran, saya bertanya: ”Ada apa?” Dia menjawab: ”Tidak ada masalah. Cuma resah gelisah menunggu keputusan MK.”

Fakta ini menarik karena ”kegelisahan” itu bisa dikategorikan sebagai ”politik emosi”. Lawan dari ”politik kalkulatif”, ”politik emosi” mengunggulkan keakraban dan rasa sepenanggungan daripada sekadar nalar dan kepentingan pribadi atau golongan. Seperti akan diurai di bawah, efek kinerja ”politik emosi” inilah inti ”Revolusi Jokowi”.

Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.092 pengikut lainnya.