Turki Tingkatkan Serangan Terkuat ke NIIS

ANKARA, KOMPAS — Militer Turki bersumpah untuk tiada henti melancarkan serangan terkuatnya ke basis Negara Islam di Irak dan Suriah, Jumat (24/7) petang. Rencana peningkatan serangan itu dilakukan setelah jet-jet tempur Turki menyerang posisi kelompok itu di wilayah Suriah untuk pertama kali, Jumat pukul 04.00 waktu setempat atau pukul 08.00 WIB.

 Pesawat militer  Turki A400M diparkir di Pangkalan Udara Incirlik di kota Adana, Turki, Jumat (24/7). Setelah sekian lama menolak terlibat dalam perlawanan terhadap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), Turki akhirnya mengizinkan pesawat-pesawat Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap kelompok NIIS dari Pangkalan Udara Incirlik dekat perbatasan Suriah. Demikian kata pejabat pertahanan AS, Kamis. Keputusan itu keluar sehari setelah pembicaraan telepon antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki  Recep  Tayyip Erdogan. Turki mengalami peningkatan ketidakamanan di sepanjang 900 kilometer perbatasan negara itu dengan Suriah.
REUTERS/Murad Sezer Pesawat militer Turki A400M diparkir di Pangkalan Udara Incirlik di kota Adana, Turki, Jumat (24/7). Setelah sekian lama menolak terlibat dalam perlawanan terhadap kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS), Turki akhirnya mengizinkan pesawat-pesawat Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap kelompok NIIS dari Pangkalan Udara Incirlik dekat perbatasan Suriah. Demikian kata pejabat pertahanan AS, Kamis. Keputusan itu keluar sehari setelah pembicaraan telepon antara Presiden AS Barack Obama dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Turki mengalami peningkatan ketidakamanan di sepanjang 900 kilometer perbatasan negara itu dengan Suriah.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan, operasi pengeboman basis Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) di Suriah itu 100 persen tepat sasaran. “Sukses meluluhlantakkan sasaran-sasarannya oleh tiga jet tempur F-16 milik Turki,” katanya.

Sementara itu CNN melaporkan, tiga jet tempur itu menyerang dari wilayah Turki dan tidak memasuki wilayah udara Suriah.

Seorang pejabat Turki mengungkapkan, target pada serangan udara pertama itu adalah wilayah yang berbatasan dengan kota Kilis, Turki. “Turki akan terus mempertontonkan serangan terkuatnya melawan gerakan selemah apa pun yang mengancamnya,” kata Davutoglu. “Operasi terhadap NIIS sukses tepat sasaran dan takkan berhenti.”

Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di London, Inggris, menyatakan, sembilan militan NIIS tewas dan 12 lain terluka akibat serangan itu. Laporan SOHR patut dipercaya karena organisasi ini memiliki jaringan aktivis yang kuat di seluruh Suriah.

Tidak lama setelah serangan fajar ke posisi NIIS di wilayah Suriah yang berbatasan dengan kota Kilis, Turki, polisi menggerebek ratusan tempat di 16 provinsi, termasuk di Provinsi Sanliurfa, dekat perbatasan dengan Suriah. Polisi menangkap total 297 orang. Davutoglu mengatakan, 37 orang di antaranya adalah warga negara asing. Belum diverifikasi, apakah ada warga Indonesia di antara militan itu.

Mereka yang ditangkap adalah anggota NIIS dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), militan pro Kurdi. Serangan dan penangkapan itu adalah operasi besar terbaru Turki melawan ekstremis. Juga menandai terjadinya perubahan besar dalam kebijakan Turki melawan NIIS setelah anggota inti NATO itu dikritik sekutu Baratnya karena tidak berbuat banyak.

 Militer Irak  menahan sejumlah pria yang dicurigai menjadi anggota kelompok jihad NIIS dalam operasi untuk mengusir NIIS dari kota suci kaum Syiah, Najaf, Rabu (22/7).
AFP PHOTO / HAIDAR HAMDANI
 Dalam foto  yang diambil Kamis (23/7), tampak pasukan militer Irak dengan senjata baru dari AS mengambil posisi tempur di garis depan di pinggiran kota Ramadi. Mereka didukung para pejuang Syiah dan Sunni pro pemerintah serta pasukan koalisi yang dipimpin AS menghadapi kelompok jihad NIIS di Provinsi Anbar. Untuk pertama kalinya pasukan militer yang dilatih AS diturunkan guna memperkuat pasukan Irak dalam merebut kota Ramadi. Demikian diungkapkan pejabat militer AS, Kamis.
AP Photo

Konflik terbuka

Turki mulai terlibat dalam konflik terbuka dengan NIIS. Selain menargetkan kelompok NIIS dan PKK, operasi penangkapan juga menyasar kelompok sayap pemuda PKK. Misalnya, Gerakan Pemuda Revolusioner Patriot (YDG-H) dan Front Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner Marxis (DHKP-C).

Dalam operasi di Istanbul, seorang tokoh senior lokal, Halis Bayancuk, ditangkap. Seorang perempuan anggota DHKP-C yang sedang mempersiapkan bom bunuh diri tewas ditembak polisi. Sebelumnya, Rabu lalu, dua polisi tewas di perbatasan Suriah akibat serangan sayap militer PKK.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, situasi keamanan sudah dalam kendali yang baik dalam beberapa hari ini. Turki akan melakukan tindakan yang berbeda sekarang ini. “Itu bukanlah operasi satu malam saja. Itu akan berlanjut dengan determinasi,” kata Erdogan.

Operasi besar Turki itu disulut oleh serangan bom bunuh diri di Suruc, kota di dekat perbatasan dengan Suriah, yang menewaskan 32 orang, Senin (20/7). Turki mempersalahkan kelompok NIIS. Serangan bom itu kemudian diikuti dengan bentrok bersenjata lintas batas Turki-Suriah, Kamis (23/7), yang menewaskan seorang tentara Turki dan seorang militan.

Serangan bom ke basis NIIS merupakan yang pertama oleh Angkatan Udara Turki sejak militan NIIS mulai mengalami kemajuan pesat di sebagian besar Irak dan Suriah pada 2013. Bahkan, sampai mengganggu sebagian kecil wilayah perbatasan Turki. Serangan ke Suruc, Senin lalu, menjadi bukti kuat bahwa Turki juga menjadi target NIIS setelah Irak dan Suriah.

(AFP/REUTERS)

Koran Kompas,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s