Sekitar 6.000 Orang Ditahan Turki Tangkap 34 Perwira Tinggi

turki kudeta gagalANKARA, MINGGU — Sekitar 6.000 orang ditahan karena diduga terlibat kudeta yang gagal, Minggu (17/7). Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan terus memburu mereka yang disebutnya “virus” itu di lembaga pemerintah. Sejumlah jaksa dan pejabat militer juga ditahan karena diduga menjadi pengikut musuh bebuyutan Erdogan, Fethullah Gulen.

Bagi Erdogan, tidak ada dalang lain di balik kudeta yang gagal itu selain Gulen. Semua anggota “kelompok teroris” pimpinan Gulen di dalam tubuh militer, kata Erdogan, akan ditangkapi satu per satu karena mereka sudah menggerogoti bahkan menghancurkan angkatan bersenjata Turki.

Para pemimpin negara di dunia mengingatkan Turki untuk mematuhi aturan hukum dalam menangani para tersangka. Imbauan ini berdatangan termasuk dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama setelah foto dan video proses penangkapan ribuan tersangka yang kasar beredar ke publik.

Otoritas Turki jelas-jelas menunjukkan tidak akan ada ampun bagi pendukung kudeta gagal itu. Mereka yang ditangkap mendapat perlakuan kasar. Mereka dipaksa untuk tiarap dengan wajah menempel ke aspal. Banyak juga yang diseret kasar oleh gerombolan orang yang marah.

Sampai saat ini tercatat ada 34 pejabat militer berpangkat jenderal yang ditangkap, antara lain Komandan Pasukan Ketiga Angkatan Darat (Third Army) Erdal Ozturk dan Komandan Pasukan Kedua AD (Second Army) Adem Huduti. Sebelumnya, Komandan Garnisun Denizli Ozhan Ozbakir juga ditangkap bersama dengan 51 tentara.

Brigadir Jenderal Angkatan Udara Bekir Ercan Van juga ditangkap bersama puluhan anak buahnya di pangkalan udara Incirlik di perbatasan Turki dan Suriah. Pangkalan udara ini digunakan pasukan NATO dan AS untuk menyerang Suriah.

“Virus ini sudah menyebar ke semua lembaga pemerintah seperti kanker. Kami akan tumpas semua,” kata Erdogan dalam upacara pemakaman korban-korban yang tewas akibat kudeta yang gagal.

Menurut catatan pemerintah, sebanyak 161 warga sipil tewas dalam kudeta gagal di Istanbul dan Ankara itu. Sebanyak 104 anggota komplotan kudeta juga tewas. Selain militer, otoritas Turki juga telah memegang surat penangkapan terhadap 2.745 hakim dan jaksa.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Ilker Basbug mengingatkan pemerintah untuk tidak menangkap sembarangan dan menuduh semua personel militer terlibat dalam kudeta gagal itu.

Erdogan menuduh Gulen berada di balik kudeta itu, tetapi Gulen membantah keras. Bahkan, Gulen balik menuding bahwa kudeta itu didalangi sendiri oleh Erdogan dan kroninya. Erdogan menuding Gulen selama ini menjalankan “negara paralel” dari tempat pengasingannya di Pennsylvania, AS. Erdogan meminta Obama segera mengekstradisi Gulen supaya bisa diadili di Turki. “Pak Presiden, deportasi atau serahkan kepada kami orang yang selama ini tinggal di tanah Pennsylvania itu,” kata Erdogan tanpa menyebut nama Gulen.

Gulen menduga pelaku kudeta gagal itu bisa saja dari pendukung partai oposisi. Bisa juga dari partai nasionalis. “Bisa siapa saja karena rezim Erdogan yang makin otoriter. Mereka tidak menoleransi gerakan apa pun,” kata Gulen (70), yang sudah tinggal di AS selama 15 tahun itu.

Selain meminta ekstradisi Gulen, Turki juga meminta delapan tersangka kudeta gagal yang lari ke Yunani agar diekstradisi. Mereka ditahan otoritas Yunani karena memasuki negara itu secara ilegal dengan helikopter Black Hawk. Kedelapan tentara itu masih ada di Alexandroupolis, Yunani, sedangkan helikopternya sudah dikirim kembali ke Turki. Mereka dikabarkan hendak mencari suaka ke Yunani.

Melihat perlakuan Turki terhadap ribuan tersangka anggota komplotan kudeta, Obama mengingatkan Turki dan semua pihak untuk mematuhi aturan hukum dan tidak main hakim sendiri. Ia meminta para pemimpin di Turki untuk tidak memancing situasi menjadi lebih kacau dan rusuh.

Meski kondisi diklaim sudah aman, situasi tegang masih terasa, apalagi hubungan antara AS dan Turki menegang setelah Turki menutup pangkalan udara Incirlik. Namun, menurut Pentagon, kini Incirlik sudah dibuka kembali sehingga operasi udara koalisi internasional melawan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) bisa dilanjutkan. “Turki menjamin tak akan ada gangguan lagi pada operasi melawan NIIS itu,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Marc Ayrault juga mengingatkan Erdogan untuk tak memanfaatkan kudeta yang gagal itu sebagai akal-akalan untuk mencari dukungan atau bantuan dana untuk menumpas lawan politik.

Kembali normal

Setelah kacau balau akibat kudeta yang gagal, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim memastikan kehidupan di Turki normal kembali. Semua kegiatan ekonomi, seperti bank dan bursa saham, juga sudah pulih. Pengumuman ini disampaikan melalui siaran televisi Minggu malam.

Sebelumnya, penduduk Turki merayakan kemenangan demokrasi dengan menari dan berjalan bergandengan tangan di jalanan sambil melambaikan bendera. “Kami melawan kelompok kecil di militer Turki yang mau mengkudeta,” kata Gozde Kurt, mahasiswa, saat parade di jalanan.

Meski pemerintahan Erdogan berjanji akan menumpas “virus” di lembaga pemerintah, banyak pihak yang meragukan masa depan demokrasi Turki. Kudeta gagal itu sudah membuat Erdogan menjadi figur mistis yang justru bisa mengikis demokrasi.

Direktur Program Penelitian Turki di The Washington Institute Soner Cagaptay menilai Erdogan menjadi pemimpin yang berhasil selamat dari upaya kudeta. Dengan begitu, Erdogan mempunyai kekuatan lebih dan wewenang untuk membatasi kebebasan berkelompok, berkumpul, berekspresi, dan kebebasan pers. “Akan jauh lebih ketat daripada sebelum kudeta gagal dan ia akan mudah mendapatkan dukungan dari rakyat,” ujarnya.

Selama ini hubungan antara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa dan oposisi memang tidak harmonis. Erdogan juga dianggap otoriter karena kerap memakai polisi anti huru-hara untuk mengatasi unjuk rasa menuntut kebebasan.

Di sisi lain, Erdogan dipuja sebagian rakyat karena dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan hidup dan memulihkan keamanan serta ketertiban.
Sumber: Koran Kompas Senin 18 Juli 2016
(REUTERS/AFP/AP/LUK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s