Suplai Air Dalam Pencapaian 100% Aman Air Minum 2019

“Sampai saat ini potensi sumber daya air di Indonesia sekitar 3900 miliar M3 setiap tahunnya. Namun dari jumlah tersebut hanya 25% saja yang sudah dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti irigasi, air baku, dan industri. Oleh karenanya, pembangunan dan pengelolaan bendungan yang berkelanjutan merupakan salah satu upaya untuk memanfaatkan potensi tersebut” Kata Mudjiadi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat saat membuka Seminar Nasional Bendungan Besar di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Mei 2015 yang bekerja sama dengan Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB).

Jika kita lihat nilai strategis bendungan/waduk dengan melihat potensi sumber daya air hingga 3900 miliar M3 adalah sangat signifikan untuk suplai air baku dengan cara transformasi dan reformasi tata kelola air baku yang salah satunya diperuntukkan bagi penyediaan air minum untuk masyarakat umum. Transformasi dan reformasi tata kelola air baku yang integral dari hulu  ke hilir butuh komitmen simultan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam praktikknya dapat ditunjang sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang mencakup antara lain sistem Supply Chain Management (SCM), Financial Management (FM), Human Resources (HR), Project Management (PM) dan Customer Relationship Management (CRM) melihat potensi sumber daya air sangat besar dan cakupan area layanannya yang luas pada seluruh wilayah Indonesia.

Nilai ekonomi air berupa Use Value (UV) tersebut terutama air baku bagi masyarakat dan industri tentunya memiliki dampak besar bagi kesejahteraan dan pertumbuhan perekonomian daerah lokal dan regional. Dari sisi rantai pasok (supply chain) air baku bagi masyarakat pada seluruh wilayah Indonesia potensinya sangatlah besar perlu adanya pengelolaan yang sifatnya Giant Water Networks (GWN) yang mencakup lintas kabupaten dan provinsi secara merata.

 

Terkait target pencapaian universal access 100% aman air minum 2019 menurut Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya adalah dengan 2 program, yakni perluasan pelayanan air minum dan penyehatan PDAM. Namun, tentunya program-program tersebut perlu dukungan dari sisi hulu, yakni suplai air.

 

Kita dapat melihat potensi air yang tersebar di seluruh Indonesia adalah sebagai suplai air, sebagai contoh pada Bendungan Batu Jai di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memiliki volume air tampungan efektif 23.502.000 M3. Kemudian Bendungan Pengga di Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki volume air tampungan efektif 21.000.000 M3.

 

Area Genangan Bendungan Batu Jai di Lombok Tengah dengan volume sekitar 23 juta M3

Sumber : (data lapangan, 2014)

 

Area Genangan Bendungan Pengga di Lombok Tengah dengan volume sekitar 21 juta M3

Sumber : (data lapangan, 2014)

 

Pemanfaatan air baku yang berasal dari air permukaan salah satunya dari air sungai yang telah ditampung dalam bangunan bendungan/waduk maupun dengan program pembangunan bendungan/waduk baru di wilayah Indonesia yang berpotensi memiliki air merupakan terobosan yang dapat dimanfaatkan untuk mensuplai air bagi perusahaan daerah air minum (PDAM).

Optimisme pasokan suplai air baku bagi PDAM adalah sangat besar, sehingga dapat menjawab tantangan dalam keterbatasan air baku pada daerah-daerah yang tidak memiliki sumber air baku dengan cara kerjasama/sinergi antar daerah maupun dengan pemerintah pusat melalui sistem penyediaan air minum (SPAM) regional dengan mempertimbangkan pemenuhan kriteria 4K, yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.

 

Warga menggambil air payau dari sumur di Pulau Palue, NTT

Sumber : (data lapangan, 2014)

 

Pada sisi lain kebutuhan suplai air bersih, yakni air minum pada daerah pesisir yang berair laut/payau dapat menggunakan teknologi yang mengolah air baku dari air laut/payau dengan penerapan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dengan teknologi membran Reserve Osmosis (RO) tekanan rendah (Merotek) misalnya. Dengan metode tersebut atau inovasi teknologi lainnya sedianya kebutuhan air minum bersih yang memenuhi kualitas baku mutu bagi masyarakat pada daerah pesisir dapat tercukupi.

Teknologi Membran Reserve Osmosis (RO) Pengolah Air Baku

Sumber : (Puskim, 2015)

 

Potensi sumber daya air di seluruh wilayah Indonesia sangat besar dengan melihat karakteristik daerah masing-masing terkait ketersediaan air untuk suplai air baku nasional tentunya sangat diperlukan sinergi top-down dan bottom-up, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat terkait pengelolaan dan teknologi dalam mewujudkan universal access 100% aman air minum 2019 yang berkeadilan dan berkelanjutan. ***

 

Oleh :

Masmian Mahida

Peneliti Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi,

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

[Terbit Majalah Cipta Karya edisi Juni 2015, Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR]

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s