Menegaskan Kembali Netralitas dan Tugas Pokok TNI

GambarTNI kembali menegaskan netralitasnya dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014. Hal tersebut tidak lepas dari undang-undang dan peraturan pemerintah yang memosisikan TNI tidak berpolitik. Tugas TNI adalah menjaga pertahanan negara, dia menjadi alat negara yang tidak berpihak pada kelompok-kelompok politik.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Budiman menegaskan, netralitas TNI akan membuat institusi militer ini disegani dan dihormati. Oleh sebab itu, menurutnya, netral itu harus datang dari hati yang bersih.

Bagi TNI, netralitas pada Pemilu Presiden menjadi hal yang mutlak. Dia tidak bisa ditawar-tawar lagi. Di beberapa wilayah, prajurit TNI mendapat buku saku yang isinya mengenai netralitas TNI. Seperti di Komando Daerah Militer IV/Diponegoro. Di wilayah ini Panglima Mayjen TNI Sunindyo menunjukkan kesungguhannya untuk menjaga prajurit TNI tidak berpolitik praktis.

Buku ini merupakan himpunan dari berbagai tulisan dan referensi mengenai netralitas TNI. Tulisan-tulisan tersebut dikemas secara khusus untuk kemudian dijadikan pedoman oleh perwira, bintara, tamtama maupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Kodam IV/Diponegoro.

Panglima memastikan sikap netral dan tidak memihak akan dilaksanakan secara konsisten dan bertanggungjawab oleh setiap prajurit dan PNS.

Para prajurit TNI akan memegang amanah dalam pelaksanaan reformasi internal TNI. Amanah itu tertuang dalam UU RI No 34 tahun 2004 tentang TNI.

Netral atau ketidakberpihakan mencakup pada larangan menggerakkan semua organisasi masyarakat untuk mendukung kepentingan partai politik dan kandidat tertentu. Dalam larangan lain, prajurit TNI juga tidak diperkenankan juru kampanye partai politik dan calon presiden.

Secara keseluruhan, TNI memiliki tugas pokok:

1. Menegakkan kedaulatan negara

2. Mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

3. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Tugas pokok itu dilakukan dengan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang (OMSP). Tugas yang terakhir atau OMSP, antara lain untuk mengatasi gerakan separatis bersenjata; mengatasi pemberontakan bersenjata; mengatasi aksi terorisme; dan mengamankan wilayah perbatasan. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s