Antara Jakarta dan Jedah

Sebuah perjalanan kehidupan, sebuah misteri Yang pasti hanyalah setiap kelahiran, ada kematian Kita tak pernah tau secara ilmu pasti, selain iman bahwa percaya semua karena Allah SWT
Babak demi babak dilalui antara kelahiran hingga kematian menjemput Ada manis, pahit, getir, bahkan hambar tanpa rasa Rasanya, mubazir jika kita tak membaca dan merenungkannya

Ya Allah, ya rahman
Aku mengalami banyak episode dalam hidup ini semua tak mudah semua tak sama TAPI semua aku rasakan sebagai jalanku yang kujalani dari hatiku bertutur

Ya Allah, ya rahim
Engkaulah sang pemilik hati, hilafnya atas segala langkah karena mata hati yang kurang terpelihara Salah melihat sangatlah manusiawi, dan kembali ke TITIK NOL Nurani keimanan adalah saat yang tepat untuk mengoreksinya Tobatku untuk membersihkannya dengan Ridhla MU lah ya Rabb

Ya Allah, ya malik
Aku sadar bahwa cobaanku
Sejak dari ketidakpuasan-ketidakpuasan
Dari sejak aku sebagai anak di rumah
Manusia di masyarakat
Semua adalah saat aku belajar untuk menjadi Ayah anak-anakku, Suami bagi istriku, dan manusia dewasa di masyarakat

Ya Rabb,
Semua adalah titipanmu
Tugasku menjaganya dan memberi mata hati agar dapat melihat secara jernih

Jujur aku harus jujur
Karena KAU maha melihat
Aku banyak lalai dan jauhkanlah aku menjadi Munafik Seperti larangan dalam perintah Ayat-ayat MU

Dalam kebeningan hati, dalam setiap keputusan yang kuambil Aku selalu bertahan di keyakinanku terdasar Seperti rahmat MU, aku terpilih terlahir dari IBU yang tak pernah lelah berdo’a

IBU ku orang biasa yang menurutku Luar Biasa Mengajarkanku bahwa rizky sudah ada yang mengatur Kita sebagai orang biasa di dunia yang penuh dengan tipu daya Hanya ALLAH lah tempat bersandar, itulah yang selalu IBUKU katakan

Ya Allah, terima kasih
Terima kasih aku diberi kesempatan menata kembali hati KU Mengingat ajaran-ajaran baik Ayahku, Meski tak cukup waktu bagiku menghabiskan waktu menjadi pria dewasa bersama Ayahku Tapi dia tetap Ayahku yang lebih baik dari ‘God Father’ sekalipun Darinya aku belajar menata kekalahan menjadi makna dan kebesaran jiwa

Ya Allah, sebagai pekerja lepas berusaha menjadi analis dengan YAKIN atas indepedensi Aku tak pernah bisa menghitungnya darimana harta ini bisa membawa anak istriku ke tanah suci, berumrah..
Semua karena MU ya Allah, aku berserah diri pada MU

Aku Yakin ya Rabb, bahwa keyakinan terdasar yang diajarkan Ibuku,Ibuku dan Ibuku serta keteguhan prinsip Ayahku Mengantarkan rizky mu kepada ku hanyalah perantaraan untuk titipan-titipan shaleh-shalehah MU padaku..

Aku menghadap MU menteladani Rasul Mu, Muhammad SAW sebagai sebaik-baiknya manusia yang harus aku ikuti Karena dialah inspirasiku tentang “sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi umat MU”

Aku percaya inilah saat bagiku untuk menata kembali hati ini Aku manusia biasa yang tentu punya keinginan dan cita-cita ijinkanlah curhatku di tanah suci ini dalam do’a ku sebagai sebuah kehampaan yang ingin kusiram dari pemilik hati, pemberi hidayah dan petunjuk untuk mencapai segala yang terbaik..
Mengenang Rasul MU aku bermunazat semoga Rasulullah mengamini do’aku ke ridhla MU..
Sebuah DOA yang diamini istriku, sahabat setiaku Yang memberi catatan kritis atas Amin nya do’a kami berlima “Terpanjat yang harus kami sadari tak hanya cukUp sekedar mengharap segala kebaikan duniawi…tapi mengharap kebahagiaan mencapai ridla Illaahi….”

Di 12 tahun ulang tahun pernikahan kami
Kami bersyukur semua baik-baik saja dan bisa berumrah bersama titipan MU, 3 anak lelaki kami dan 2 janin yang gugur di rahim istriku Ijinkanlah kami suami istri untuk berhaji di waktu yang tepat menurut MU Panggilah kami kembali kesini untuk melengkapi rukun islam, berhaji!

Terima kasih, Ya Allah
Aku diberi kesempatan kalah dan menang silih berganti IQRA ku menuliskan “kemenangan tidaklah selalu seperti yang dibayangkan, kekalahan adalah pelajarannya”

Amin ya Rabb
(Do’a di sebuah pesawat kelas bisnis yang semua karena MU menjelang mendarat di Jedah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s