Proteksi Sekuritas Lokal

Bandung, Kompas – Otoritas pasar modal perlu melindungi perusahaan sekuritas lokal dari serbuan perusahaan sekuritas asing yang menjadi anggota bursa di Bursa Efek Indonesia. Ini perlu dilakukan agar pelaku bursa lokal bisa menjadi tuan rumah di industri pasar modal dalam negeri.

Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Michael Steven di sela peresmian Galeri Investasi (Pojok bursa) Kresna Securities dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, Sabtu (7/8), mengatakan, meski industri pasar modal bersifat liberal, proteksi terhadap pelaku pasar modal domestik tetap dibutuhkan.

Proteksi itu berguna untuk menjaga daya saing perusahaan sekuritas lokal menjadi lebih kompetitif dibandingkan broker asing. Dengan demikian, pasar modal Indonesia tak bergantung pada perusahaan efek asing yang biasanya hanya melayani investor-investor asing atau investor besar.

”Jika aset di pasar modal dikuasai asing, potensi modal keluar sangat besar, khususnya saat terjadi krisis,” kata Michael.

Di negara mana pun, lanjut Michael, otoritas pasar modal memiliki kebijakan memproteksi broker lokal. China mewajibkan perusahaan sekuritas asing yang ingin menjadi anggota bursa setempat menggandeng perusahaan lokal dengan membentuk perusahaan patungan.

Selain itu, kepemilikan perusahaan asing tersebut dibatasi maksimal 33 persen sehingga yang menjadi pemilik mayoritas dari perusahaan sekuritas patungan itu tetap perusahaan sekuritas lokal.

”Kebijakan seperti ini akan lebih mudah mengembangkan sumber daya manusia broker lokal melalui transfer pengetahuan dan teknologi dari partner asingnya,” ujar Michael.

Hal berbeda terjadi di industri pasar modal Indonesia. Perusahaan asing bebas menjadi anggota bursa (AB) tanpa harus menggandeng perusahaan lokal.

Tidak bagus

Jika asing menggandeng perusahaan lokal, kepemilikannya bisa mayoritas, bahkan hingga 99 persen. ”Ini kan tidak bagus bagi industri pasar modal kita,” tambah Michael yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) perlu mengatur kompetisi antara pemain lokal dan asing, termasuk perusahaan sekuritas asing yang ingin menjadi anggota BEI harus menggandeng perusahaan sekuritas lokal.

Belum lama ini, PT Citigroup Securities Indonesia resmi menjadi AB BEI. Citigroup menargetkan menjadi broker peringkat tiga teratas dalam dua tahun mendatang. Bank investasi terkemuka, Goldman Sachs, juga berniat menjadi anggota BEI.

Perwakilan Goldman Sachs Singapura serta Hongkong telah menemui direksi BEI untuk meluluskan rencana tersebut.

Selanjutnya, broker asing yang berminat adalah Morgan Stanley Asia Indonesia, Daewoo Securities, dan Commonwealth Securities.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengatakan, otoritas pasar modal tidak hanya perlu mengeluarkan kebijakan dan berbagai instrumen yang memberdayakan perusahaan sekuritas lokal, tetapi juga bagaimana melindungi investor lokal yang sebagian besar adalah investor perorangan dengan modal terbatas.

Berdasarkan data BEI pada Juni 2010, dari 10 besar perusahaan sekuritas yang mencatat nilai transaksi tertinggi, 8 di antaranya adalah broker asing, seperti Credit Suisse Securities Indonesia, Kim Eng Securities, dan CIMB Securities Indonesia.

Dua perusahaan sekuritas lokal yang masuk dalam 10 besar nilai transaksi tertinggi adalah eTrading Securities dan Danareksa Sekuritas. (REI)
Kompas, Senin, 9 Agustus 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s