DOKUMEN AS SOAL AFGANISTAN; Kebocoran Refleksi Penolakan Perang?

Para analis di Washington DC seperti dikutip harian The Washington Post, Rabu (28/7), mengatakan, bocornya dokumen rahasia tentang perang AS di Afganistan pekan lalu mirip dengan Pentagon Papers. Ini julukan bagi data Perang Vietnam yang dibocorkan The New York Times tahun 1971.

Pentagon Papers membongkar kesulitan sehari-hari pasukan AS di Vietnam. Hal ini mendorong warga menentang Perang Vietnam dan percepatan penarikan pasukan dari Vietnam.

Menurut The Washington Post, bocornya dokumen rahasia itu akan memunculkan pertanyaan tentang logika di balik perang AS di Afganistan yang tak jelas. Perang itu juga terjadi jauh dari wilayah AS serta berlangsung bertahun-tahun. Ini persis dengan inti Pentagon Papers.

Pentagon Papers menguak kebohongan pemerintahan Presiden Lyndon B Johnson karena menyembunyikan rahasia. Presiden Barack Obama lebih jujur karena sering jujur soal kesulitan di Afganistan.

Senator John Kerry dari Partai Demokrat menolak menyamakan kasus bocornya rahasia perang Afganistan dengan Pentagon Papers, yang menguak kebohongan Pemerintah AS. Kerry mengecam bocornya dokumen rahasia tentang perang Afganistan yang sudah berjalan sembilan tahun.

Presiden AS Barack Obama juga mengungkapkan, bocornya dokumen itu bisa membahayakan personal dan operasi AS. Dokumen itu menggambarkan kondisi pesimistis di lapangan antara periode tahun 2004 dan 2009. Hal ini mendorong Obama meninjau kembali kebijakan perang AS di Afganistan.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata AS Mike Mullen mengatakan, ”Kita berusaha agar bocoran serupa tak terulang lagi.”

Pemerintah Afganistan menyerukan Barat meninjau kembali hubungan dengan Pakistan dan menghentikan kucuran bantuan dana milliaran dollar AS kepada negara yang dalam waktu yang sama melatih para teroris.

Penasihat keamanan Presiden Afganistan Hamid Karzai, Rangeen Dafdar Spanta, mengatakan, sangat sulit bagi Afganistan menerima negara Pakistan yang mendapat bantuan 11 miliar dollar AS, tetapi dalam waktu bersamaan melatih teroris.

Ia meminta AS berunding langsung dengan gerilyawan bersenjata dari kelompok suku (kabilah) di Pakistan tanpa melalui Pemerintah Pakistan.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam wawancara dengan televisi AS, CBS, membantah Iran membantu Taliban seperti dikutip situs Wikileaks.

”Iran tidak membantu faksi mana pun di Afganistan. Iran hanya membantu rakyat Afganistan dan mendukung terciptanya keamanan di negara itu,” tegas Ahmadinejad. (ap/afp/mth)

Kompas, Kamis, 29 Juli 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s