Indonesia Menciptakan Sistem Baru

Rabu, 2 Desember 2009 | 03:00 WIB

Yogyakarta, Kompas – Meski praktik demokrasi di Indonesia dinilai semakin berjalan baik dan kuat, demokrasi itu berjalan dalam sistem kepartaian yang lemah. Ini menjadi tantangan bagi partai politik dan demokrasi di Indonesia.

”Itu menunjukkan kemungkinan Indonesia kini sedang menciptakan sistem baru yang bertentangan dengan teori politik yang ada,” kata Merle Calvin Ricklefs, guru besar National University of Singapore, dalam seminar The First International Graduate Student Conference on Indonesia ”Reconsidering Contemporary Indonesia: Striving for Democracy, Sustainability, and Prosperity, A Multidisciplinary Perspective” di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Selasa (1/12).

Ricklefs mengungkapkan, kuatnya demokrasi di Indonesia bisa dilihat dari pemilu ataupun pemilu kepala daerah yang berjalan secara demokratis. Akan tetapi, dalam proses tersebut tampak sistem kepartaian sangat lemah. Padahal, untuk membangun demokrasi dibutuhkan sistem kepartaian yang kuat karena partai adalah salah satu pilar demokrasi.

”Demokrasi Indonesia berjalan cukup kuat, masyarakat antusias mengikuti pemilu meski golongan putih juga banyak. Tetapi, di sisi lain sistem kepartaian lemah. Ini, misalnya, saat pemilu seseorang memilih parpol A, tetapi dalam pemilihan presiden ia memilih calon presiden yang didukung parpol lain yang tidak dipilihnya dalam pemilu legislatif. Jadi, tidak ada loyalitas kepada parpol,” ungkapnya.

Sistem kepartaian ini semakin lemah setelah munculnya keputusan Mahkamah Konstitusi terkait penetapan calon anggota legislatif terpilih berdasarkan suara terbanyak. ”Itu membuat sistem kepartaian semakin lemah, sistemnya menjadi sangat individualistis,” katanya.

Dalam pemilu ataupun pemilihan presiden atau kepala daerah, menurut Ricklefs, faktor penentu kemenangan bukan kekuatan parpol dan ideologi parpol maupun pengaruh tokoh-tokoh masyarakat, melainkan lebih ditentukan figur di dalam parpol maupun figur calon. ”Ini merupakan tantangan besar bagi partai-partai. Misalnya kemenangan Demokrat, itu karena partai atau karena figur,” katanya. (RWN)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s