Paul Wolfowitz Hadiri Pesta Rakyat Yenny Wahid

Jakarta, Pelita-Paul Wolfowitz, mantan duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia (1986-1989) dan mantan Presiden Bank Dunia (2007) menghadiri acara Pesta Rakyat bersama Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) beserta Istri, Shita Nuriyah, atas syukuran pernikahan putrinyanya yang kedua Zannuba Arifah Chafsoh (Yenny) dengan Dhohir Farisi, anggota DPR Fraksi Gerindra asal Probolinggo, Jatim.
Pesta rakyat berlangsung sejak Sabtu-Minggu (17-18/10) itu juga dihadiri seribuan masyarakat Ciganjur, Jagakarsa dengan suguhan wayang serta lagu-lagu dangdut yang dibawakan artis artis ibukota, termasuk Tessa Rizka yang juga terpilih sebagai anggota DPR RI dari Gerindra.
Akad nikah putri mantan prresiden Gus Dur itu juga dihadiri oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) di Masjid Al-Munawaroh, kediaman Gus Dur pada Kamis (15/10) lalu dengan resepsi pernikahannya berlangsung di Gedung Sampoerna, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (18/10) pukul 19.00 Wib hingga selesai.
Kedatangan Paul Wolfowitz sendiri ke acara pesta rakyat yang digelar oleh Yenny-Faris ini semata sebagai rasa kecintaan dan kekagumannya terhadap sosok, pemikiran dan perilaku politik kebangsaan Gus Dur.
Saya datang ke Ciganjur ini semata-mata karena rasa hormat, cinta dan kagum terhadap sosok dan pemikiran serta perilaku politik kebangsaan Gus Dur, kata Paul dalam bahasa Inggris dan Indonesia di depan seribuan masyarakat, yang sesekali diterjemahkan oleh Yenny.
Gus Dur sendiri malam itu berada di tengah masyarakat, namun tidak memberikan statemen apapun terkait kedatangan Paul. Hanya saja masyarakat menjadi tertawa ketika mantan presiden bank dunia itu ikut menyanyi lagu dangdut bersama Tessa Mariska di atas panggung rakyat tersebut, yang didampingi oleh Yenny dan Faris. Jadi, saya ini memang jatuh cinta pada Indonesia, tutur Paul.
Yenny dan Faris sendiri menyatakan sangat berterima kasih kepada masyarakat yang menghadiri pesta itu. Dia memperkenalkan bahwa Faris sebagai warga baru Ciganjur dan silakan ditegur kalau ada yang salah dan tidak benar.
Silakan suami saya disapa kalau ketemu di jalan dan ditegur kalau salah. Asalkan jangan dicolek, karena sudah ada yang punya, ujar Yenny berharap.
Sebelumnya acara pesta rakyat ini diawali dengan hujan deras disertai petir dan angin, namun pada pukul 20.30 wib cuaca terang benderang. Saat itulah seribuan warga Ciganjur langsung memadati tenda-tenda yang sudah disediakan dan menimati aneka makanan gratis yang disediakan pengantin. Di sana ada ketoprak sayur, bakso, siomay, sate madura, sate padang, es krim, nasi timbel, soto ayam dan lain-lain di gerobak-gerobak pedagang yang ada.
Sedikitnya ada 15 gerobak pedagang keliling. Para pedagang yang biasanya mangkal di sekitar Ciganjur ini memang diborong oleh Gus Dur. Saya sering diundang ke sini mas. Baik acara Maulid Nabi Muhammad, khataman Al-Quran, Wayangan dan selamatan lainnya, selalu diborong oleh Gus Dur.
Saya senang, karena satu gerobak ketupat sayur ini dihargai Rp 600 ribu. Padahal kalau saya keliling seharian, cuma dapat Rp 400 ribu. Tapi, setiap gerobak harganya beda-beda. Untuk sate itu lebih mahal sampai Rp 1 juta, tutur Slamet, pedagang asal Pemalang, Jateng itu. (kh)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s