Anissa Trihapsari: Pertama dan Terakhir

Ada yang beda dari penampilan Sultan Djorgi. Di ajang KFC Junior Rally Championship, Ahad pekan lalu, artis yang juga pembalap ini tak mengajak Ade Ramadhan, yang biasa mendampinginya sebagai navigator. Ia ditemani navigator anyar, Annisa Trihapsari, yang juga istrinya.

Ada yang beda dari penampilan Sultan Djorgi. Di ajang KFC Junior Rally Championship, Ahad pekan lalu, artis yang juga pembalap ini tak mengajak Ade Ramadhan, yang biasa mendampinginya sebagai navigator. Ia ditemani navigator anyar, Annisa Trihapsari, yang juga istrinya.

”Ini pertama kali, tapi lumayan, nggak ada masalah,” kata Sultan. Keduanya memang tampil kompak. Tak ada ketegangan di wajah Annisa maupun Sultan saat melaju di atas mobil Honda New Jazz warna silver metalic-nya. Penuh percaya diri, keduanya melibas 20 special stage sepanjang hampir 100 kilometer lintasan berdebu di Dawuan, Cikampek, Jawa Barat.

Entah karena sudah sehati atau lantaran kepiawaian Sultan, pasangan suami-istri ini mampu bersaing dengan pembalap lain. Mereka berhasil menduduki posisi kelima dari 17 peserta reli grup 2WD di seri kedua. ”Padahal, kami cuma ingin have fun aja, kok,” ujar Sultan. ”Dan, yang penting, selamat sampai finis,” kata Anissa kepada Hendri Firzani dari Gatra.

Sayang, penampilan mereka menjadi yang terakhir di ajang reli. Untuk seri berikutnya, Sultan bakal kembali memakai Ade Ramadhan sebagai navigator. ”Biar lebih serius,” tutur Annisa. Memangnya sebelumnya nggak serius?

Ilham ”Obama” Anas: Tawaran Film dari Amerika
Ilham Anas pernah merasa rendah diri karena keadaan fisik dan warna kulitnya. Tapi, setelah Barack Hussein Obama terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat, Ilham mensyukuri pemberian Tuhan itu. Tampilan fisik Ilham yang mirip Obama membuat pria yang kini bekerja sebagai fotografer di majalah remaja itu kebanjiran rezeki.

”Kalau kita berbaik sangka pada apa yang kita miliki, rezeki akan datang,” kata Ilham kepada Sandika Prihatnala dari Gatra. Rezeki datang dalam bentuk tawaran memerankan tokoh Obama dalam program televisi, iklan, sampai program off air. Selesai bikin iklan produk obat di Filipina, Ilham ditawari jadi bintang tamu di salah satu program televisi di Singapura.

Lalu ada lagi tawaran dari Cina. ”Kemungkinan untuk iklan,” kata mahasiswa Jurusan Fotografi, Institut Kesenian Jakarta, itu. Belakangan, Ilham juga ditawari salah satu perusahaan film Amerika Serikat untuk membintangi sebuah film. Hanya saja, sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari tawaran itu.

Jadi, Ilham belum tahu peran apa yang ditawarkan dan apa genre film itu nanti. ”Kalau sudah jelas tawarannya, baru nanti mereka kasihtahu,” katanya. Okelah, Mister Obama, eh, Mas Ilham.

Iko Uwais: Tunggu Giliran Ikon Pendekar

Tidak lama lagi, dunia perfilman Tanah Air akan kedatangan aktor laga baru. Sebagaimana Barry Prima, Willy Dozan, dan Advent Bangun, pemuda bernama Iko Uwais ini punya latar belakang sebagai atlet sebelum terjun membintangi film berjudul Merantau.

Iko, 26 tahun, berpeluang untuk mendapatkan perhatian, mengingat film Merantau besutan sutradara asal Inggris, Gereth Huw Evans, mempertontonkan kemasan adegan bela diri yang relatif ”berbeda” dibandingkan dengan film-film nasional berjenis laga lainnya. Lebih modern, cukup detail, dan tanpa kamus cahaya-cahaya terlontar dari tangan.

”Saya berlatih silat harimau selama enam bulan untuk koreografi film itu,” kata Iko kepada Bambang Sulistiyo dari Gatra. Dalam sebuah acara promosi film yang rencananya diputar di bioskop pada 6 Agustus mendatang itu, di Gedung F kompleks FISIP-UI, Depok, akhir pekan lalu, Iko memperagakan kaidah gerak silat harimau cukup mengesankan.

Iko mengaku tidak kesulitan mempelajari khazanah gerak silat harimau yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Padahal, ia lahir dan besar di Jakarta dan kini tercatat sebagai atlet pencak silat DKI Jakarta. ”Sejak 1998 sampai sekarang, saya aktif di Perguruan Tiga Berantai,” ujar pengagum Jackie Chan dan Barry Prima ini.

Dengan tampang oke dan kemampuan bela diri memenuhi syarat-syarat ”kependekaran” di layar lebar, Iko tinggal menunggu giliran untuk menjadi ikon aktor laga di perfilman Indonesia. ”Ah, saya baru mulai, Mas,” katanya, antara merendah dan malu-malu.

Gilang Ramadhan: Musik untuk Para Tunarungu
Musik harus dapat dirasakan semua orang. Begitu menurut drummer Gilang Ramadhan kepada Birny Birdieni dari Gatra. ”Saya akan mencoba semaksimal mungkin untuk membantu semua manusia bisa merasakan dan bermain musik,” kata suami aktris dan presenter Shahnaz Haque ini.

Karena itu, satu tahun belakangan, pria kelahiran 30 Mei 1963 ini mencoba mewujudkan keinginannya, membantu penderita tunarungu agar dapat menikmati dan memainkan musik. Prinsipnya, meski tidak dapat mendengar, seorang penderita tunarungu bisa merasakan entakan. “Untuk itu, saya sedang mengembangkan alat agar mereka bisa merasakan rhythm,” ucapnya.

Gilang belum mau menjelaskan detail pola kerja alat tersebut. Yang pasti, kerja alat itu seperti subwoofer. “Ketika duduk di belakang mobil yang di sana tersimpan sebuah speaker besar, kita dapat merasakan getaran dan ketukan lewat dentaman suara musik yang keluar dari situ,” ia menjelaskan.

Pengembangan alat itu masih dalam tahap observasi. Observasi ini dilakukan di Solo karena permintaan sebuah yayasan tunarungu yang ingin mengajarkan musik kepada para penghuninya. Lewat proyek itu, Gilang berusaha meluruskan obsesinya untuk memanfaatkan musik sebagai terapi penyembuhan penyakit.

“Saya senang bisa membantu orang dengan musik,” kata Gilang. Bermain musik, dalam hal ini drum, menurut dia, memiliki banyak keuntungan karena pola kerjanya bisa membuat semua indra bekerja. Bahkan bermain drum menjadi terapi bagi orang yang kena stroke, autis, dan penderita down syndrom.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s