YANG RASIONAL DAN YANG BERSEMANGAT

YANG RASIONAL DAN YANG BERSEMANGAT
Minggu, 10 Mei 2009 | 03:29 WIB

Susi Ivvaty & Ninuk M Pambudy

Bahwa ekonomi memengaruhi gaya hidup dan hampir setiap keputusan, terlihat dalam pergelaran pakaian pengantin Sebastian Sposa rancangan pasangan Sebastian Gunawan dan Christina Panarese.

Ekonomi bukan sekadar memengaruhi keputusan membeli atau tidak membeli, tetapi membeli apa dan yang mana. Sebastian Gunawan mengatakan, situasi ekonomi Indonesia yang sangat terpengaruh resesi global menyebabkan dia memilih pergelaran pakaian pengantin daripada gaun cocktail atau gaun malam, khususnya.

Alasan yang rasional karena meskipun saat ini acara di mana orang tampil penuh gaya jumlahnya berkurang, tetapi untuk acara pernikahan banyak yang tetap ingin tampil istimewa, baik pengantin, keluarga pengantin, maupun tamu.

Ini pula saat di mana Sebastian harus dapat memenuhi berbagai kebutuhan karena gaya hidup berubah. Dengan tema “Touch by Love”, Sebastian Sposa menyajikan gaun pengantin bergaya resor, selain gaun dalam gaya sangat formal. Semua minus tutup kepala panjang hingga ke lantai.

“Sekarang banyak pesta pernikahan yang lebih praktis. Pergi ke Bali, mengundang hanya 200-an tamu. Tetapi, ada juga yang tetap ingin acara resmi,” kata Sebastian, Rabu (6/5) di Hotel Mulia Jakarta, tentang gaun pengantin siap pakai yang dibuat dalam jumlah terbatas itu.

Tentu saja semua diolah dengan sentuhan Sebastian yang feminin. Bahkan, pada gaun dengan konstruksi arsitektural yang menjadi pilihan Sebastian untuk arah mode 2009, bentuk garis tegak dilembutkan dengan garis lengkung yang dibentuk melalui lipit atau pita.

Sebastian harus mengolah kepiawaiannya mendapatkan efek mewah dan detail yang menjadi ciri khasnya. Kesulitan mendapatkan kain impor berkualitas yang dialami banyak perancang akibat berfluktuasinya nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing disiasati dengan mengolah tekstil.

Dia antara lain membuat aplikasi penuh bermotif bunga, seperti pada gaun oranye pendek dan gaun pengantin putih, sehingga tampak seperti renda baru atau permainan anyaman kain yang rapi dan jatuh luwes serta berefek seperti lampion.

Bukan hanya gaun panjang, Sebastian juga membuat gaun pendek untuk pengantin yang ingin praktis. Bahkan, warna pun ikut bergeser, tidak harus putih atau putih-krem seluruhnya seperti selama ini. Sebastian memberi sentuhan hitam atau warna persik melalui pita di pinggang.

Perubahan selera itu disebutkan Sebastian karena ada pasangan yang ingin tampil “kembar”. “Pakaian pengantin pria biasanya jas hitam dan kemeja putih, jadi ada klien yang juga mau memakai sentuhan hitam di gaun putihnya,” kata Sebastian.

Desainer muda

Malam sebelumnya di tempat sama, desainer muda Imelda Ahyar (28) untuk pertama kali menggelar rancangannya di depan publik.

Lulusan terbaik kategori nouvelle couture dari sekolah Esmod Paris dan penerima penghargaan coup de coeur dari desainer Emanuel Ungaro ini penuh semangat hidup dalam 35 busananya yang terdiri dari baju cocktail, gaun malam panjang, gaun pengantin, dan kostum panggung.

”Inspirasinya dari diri sendiri karena saya suka dengan yang berbau struktur dan konstruksi,” tutur Mel, panggilannya, yang sebelumnya belajar di Esmod Jakarta. Komentar itu untuk menjelaskan gaun-gaun Mel yang bervolume dan dikerjakan hingga detail berupa lipit, aplikasi, draperi, atau lipatan tak beraturan.

Menggunakan

tema ”EarthVolution” sebagai panduan rancangan, Mel membagi pergelaran itu ke dalam babak Ice Era, Earth Begins, Twister, Mutant, dan Fallen Angel.

Pada Ice Era, Mel menggunakan warna putih untuk gaun bervolume ala zaman Barok dan gaun longgar tahun 1920-an, yang diaktualkan ke masa kini. Untuk Earth Begins, dia menampilkan gaun pendek bervolume, kaya detail seperti lipit dan draperi horizontal atau vertikal. Subtema Twister muncul melalui warna bergradasi dari coklat hingga hitam, pemakaian linen kasar, juga dengan draperi.

Rancangan Mel tampak ditujukan untuk perempuan yang berani tampil unik dan menjadi perhatian meskipun dia juga membuat gaun yang lebih sederhana, seperti gaun putih pendek bersusun.

Dengan semangat mudanya, Mel tampaknya tak gentar menghadapi situasi saat ini di mana orang lebih berhati-hati dalam memilih. Dia menambahkan darah baru pada dunia mode Tanah Air. Siapa takut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s