Dirut Bulog: Lambat, Izin Ekspor Beras Dari Depdag

Jakarta, indonsiafile-Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, mengatakan rencana Perum Bulog mengekspor beras ke Singapura dan Jepang masih menunggu izin dari Departemen Perdagangan (Depdag).
Kita sedang menunggu izin yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan yang terkesan sedikit lambat, ungkap Mustafa seusai acara Breakfast Meeting BUMN Exceutive Club bertajuk Ketahanan Pangan & Sinergi BUMN, di Jakarta, Rabu (6/5).
Mustafa berharap izin ekspor beras bisa segera keluar, sehingga target ekspor pada Mei 2009 bisa terealisasi. Ekspor beras tersebut tidak hanya dilakukan Perum Bulog, tetapi juga oleh swasta.
Ia mengatakan target pengapalan perdana beras aromatik ke Singapura berkisar antara 500 ton hingga 1.000 ton. Beras aromatik memiliki karakteristik lebih wangi dari sisi aroma maupun rasanya. Termasuk dalam kelompok beras aromatik antara lain beras pandan wangi.
Ketika ditanya apakah Bulog telah memutuskan kerja sama dengan pihak swasta terkait rencana impor beras perdana, Mustafa menyatakan hingga kini belum ada.
Hingga kini belum diputuskan kerjasama dengan pihak swasta. Kerjasama dengan swasta itu akan dilakukan setelah keluarnya izin dari Departemen Perdagangan, ujarnya.
Produksi beras nasional dua tahun terakhir terus meningkat lima persen tiap tahunnya sejak dicanangkan ketahanan pangan oleh Presiden pada 2007, sehingga surplus beras nasional pada 2008 mencapai 2,34 juta ton.
Kerjasama dengan Filipina
Mustafa juga mengatakan Perum Bulog sedang merintis kerjasama dengan Pemerintah Filipina terkait ekspor beras Indonesia ke negara tersebut.
Itu kerjasama antar-negara. Nota kesepahaman akan ditandatangani dalam waktu dekat oleh masing-masing menteri perdagangan, katanya.
Ia menambahkan produksi beras nasional dua tahun terakhir terus meningkat lima persen tiap tahunnya sejak dicanangkan ketahanan pangan oleh Presiden pada 2007, sehingga surplus beras nasional pada 2008 mencapai 2,34 juta ton.
Rencana kerjasama ekspor beras tersebut atas permintaan Filipina. Kalau nota kerjasama itu selesai dibahas, maka akan jelas kisaran berapa akan di ekspor, apa satu atau dua juta ton, jelas Mustafa.
Namun, ekspor tersebut akan dilakukan pemerintah setelah adanya kelebihan stok beras bagi kebutuhan dalam negeri. Jadi jika kelebihan produksi, maka sudah ada tujuan ke mana beras di ekspor untuk membantu negara tetangga, tuturnya.
Ia menyebutkan setelah Filipina, negara jiran Malaysia juga akan menunggu mengimpor beras dari Indonesia. Malaysia dan Filipina pada posisi berjaga-jaga jika Indonesia kelebihan stok beras. Adil sekali kan, stok dalam negeri bagus dan kalau kelebihan beras baru ekpor, tambahnya.
Selain Filipina dan Malaysia, Bulog juga merencanakan ekspor beras ke Brunei Darussalam dan Timor Leste. Kalau saja Filipina minta dan Indonesia tidak menyanggupi, maka tidak masalah. Sebab mereka bisa langsung ke Thailand atau Vietnam, katanya. (tamz)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s