Syamsuddin Ajukan Keberatan

Yusril Ihza Disebut Kembali
Syamsuddin Ajukan Keberatan
Kamis, 7 Mei 2009 | 03:36 WIB

Jakarta, Kompas – Nama mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra kembali disebut-sebut dalam sidang perkara korupsi biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

Nama Yusril disebutkan dalam eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa dari terdakwa Syamsuddin Manan Sinaga, mantan Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Departemen Hukum dan HAM. Eksepsi itu dibacakan secara bergantian oleh tim penasihat hukum terdakwa, antara lain, LLM Samosir dan Sabas Sinaga.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Haswandi. Jaksa penuntut umum yang hadir, antara lain, M Nirwan, Hendro, dan Tiyas. Syamsuddin, yang mengenakan kemeja putih bergaris, menyimak isi eksepsi dengan tenang.

Menurut penasihat hukum Syamsuddin, terdakwa yang dilantik menjadi Dirjen AHU Dephuk dan HAM pada 5 September 2006 hanya melanjutkan program Sisminbakum. Oleh karena itu, ia tidak dapat dipidana. Hal ini adalah satu kesatuan dan tidak bisa dipisahkan dari keputusan Menteri Hukum dan HAM tahun 2003, sebagai dasar penerapan Sisminbakum.

Pendaftaran badan hukum sebelumnya diproses manual dan membutuhkan waktu enam bulan. Praktiknya juga sarat dengan pungutan liar. Kebijakan Sisminbakum untuk mendaftarkan badan hukum secara elektronik berdasarkan keputusan Menteri Kehakiman dan HAM saat itu, Yusril Ihza Mahendra, pada 4 Oktober 2000.

Bahkan, Yusril membuat keputusan menunjuk Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Kehakiman dan HAM (KPPDK) dan PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) sebagai pengelola dan pelaksana Sisminbakum secara elektronik, melalui situs http://www.sisminbakum.go.id.

Syamsuddin, kata penasihat hukumnya, tak terlibat dalam kebijakan pembuatan Sisminbakum. Ia hanya terlibat sebagai pelaksana. Menkeh dan HAM yang menerbitkan keputusan tentang Sisminbakum. Berlebihan kalau jaksa menempatkan terdakwa sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam Sisminbakum.

Dalam catatan Kompas, Yusril pernah diperiksa sebagai saksi perkara korupsi Sisminbakum di Kejaksaan Agung pada 18 November 2008. Saat itu ia menjelaskan, persiapan Sisminbakum dilakukan sejak Muladi menjabat Menteri Kehakiman dan Romli Atmasasmita menjadi Dirjen Hukum dan Perundang-undangan.

Pekan lalu jaksa mendakwa Syamsuddin mengorupsi biaya akses Sisminbakum yang merugikan negara Rp 197,205 miliar (Kompas, 30/4). (idr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s