Kapolri Tidak Mau Terburu-buru

Kapolri Tidak Mau Terburu-buru
Kamis, 7 Mei 2009 | 04:23 WIB

Jakarta, Kompas – Meski latar belakang asmara segitiga antara Antasari Azhar, Nasrudin Zulkarnaen, dan RJ telah ”dikonsumsi” secara luas oleh publik, kepolisian enggan terburu-buru menetapkan atau memastikan motif pembunuhan.

”Motifnya kami tidak mau terburu-buru, apakah sesederhana itu (urusan asmara) harus ada yang hilang nyawa,” kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Rabu (6/5), seusai meresmikan Gedung Pertemuan Astagina di Mabes Polri.

Polri pun telah mengirim surat berisi keterangan mengenai status hukum Antasari yang saat ini masih Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif. Polisi menetapkan Antasari sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB).

”Sudah disampaikan pagi ini, sudah di tangan Menteri Sekretaris Negara,” kata Kapolri.

Satu dari sembilan tersangka, Komisaris Besar Wiliardi Wizar, menurut Kapolri, telah resmi diberhentikan dari jabatannya. Wiliardi sebelumnya menjabat Kepala Sub-Bidang Pariwisata di Direktorat Pengamanan Obyek Khusus Badan Pembinaan dan Pengamanan Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Mabes Polri Abubakar Nataprawira mengatakan, secara umum memang tidak tertutup kemungkinan suatu kasus bisa berkembang menjadi perkara baru seiring dengan perkembangan penyidikan. Namun, penyidik tetap akan mengutamakan penuntasan perkara pokoknya terlebih dahulu. Perkara baru tersebut bisa saja kemudian disidik jika memang memungkinkan dan memenuhi unsur pidana.

Kepolisian sebelumnya menyebutkan, pembunuhan Nasrudin sementara ini diduga hanya masalah pribadi, belum tampak keterkaitan dengan kasus-kasus yang ditangani Antasari di KPK.

Bukan serangan balik

Seperti kerap disebutkan, Nasrudin adalah salah satu pemberi informasi penting bagi Antasari saat menangani kasus dugaan korupsi impor gula di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang bekerja sama dengan Perum Bulog, kurun waktu 2003-2004. Dugaan korupsi itu hingga kini hanya menyeret mantan Direktur Keuangan PT RNI Ranendra Dangin. PT PRB sendiri merupakan cucu perusahaan PT RNI.

Praktisi hukum Todung Mulya Lubis, Rabu di Jakarta, meyakini, kasus yang sedang dihadapi Antasari murni masalah pribadi, bukan serangan balik koruptor. Namun, kasus itu berpotensi ditunggangi sejumlah pihak untuk mendelegitimasi KPK.

Keyakinan senada disampaikan Dadang Trisasongko dari Kemitraan. ”Jika serangan balik koruptor, akan dilakukan secara sistematis dan sasarannya bukan orang per orangan. Serangan balik akan dilakukan, misalnya dengan memperlambat pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi,” katanya.

Ketua DPR Agung Laksono menyarankan agar segera diadakan penggantian Ketua KPK. ” Bagi saya, supaya tidak terganggu kinerja KPK, sebaiknya lengkap. Kemudian, dipilih yang betul-betul obyektif. Lalu, bisa saja dikocok ulang,” kata Agung saat ditemui di Gedung DPR.

Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan yang dihubungi terpisah menegaskan, pimpinan Komisi III telah berencana untuk membicarakan penggantian Ketua KPK dengan pimpinan DPR pada Jumat ini.

Kunjungi suami

Istri Antasari, Ida Laksmiwati, pada Rabu malam kembali mengunjungi suaminya di rutan narkoba Polda Metro Jaya. Kehadiran Ida sekitar pukul 20.00 bersamaan dengan berakhirnya penyidik memeriksa Antasari.

Kunjungannya untuk membawa berkas berisi kartu tanda penduduk (KTP), buku keagamaan, dan keripik kesukaan Antasari.

”Bapak baik-baik saja. Pesannya ke saya, kerjakan saja kegiatan sehari-hari seperti biasa,” kata Ida sembari memasuki mobil Kijang Innova hitam B 202 IL.

Tak lama setelah Ida pergi, Antasari juga meninggalkan tempat pemeriksaan menuju rutan. Ketua KPK itu mengenakan kemeja oranye dengan tulisan tahanan di punggung, celana tiga perempat motif kotak-kotak krem, dan bersandal jepit biru.

Pemeriksaan sepanjang delapan jam, menurut Juniver Girsang, masih berkisar pada perkenalan kliennya dengan beberapa orang, termasuk Rani, bekas caddy golf di Padang Golf Modernland Tangerang yang disebut-sebut istri ketiga Nasrudin.

Juniver mengakui, kliennya memang bertemu Rani dan Nasrudin di kamar hotel di kawasan Jakarta Selatan. Awalnya Antasari bertemu dengan Rani di lobi hotel. Dalam pertemuan itu, Rani menawarkan Antasari agar menjadi anggota perkumpulan Padang Golf Modernland.

Tak berapa lama, datang ”seseorang yang dihormati” Antasari. ”Klien saya lalu memindahkan pertemuan ke sebuah kamar. Meski pintu tertutup, pintu tidak dikunci. Sepuluh menit kemudian, Nasrudin datang. Tak ada pertengkaran. Percakapan di antara keempat orang berlanjut normal,” ucap Juniver menanggapi tuduhan kliennya berhubungan intim di hotel itu dan tertangkap basah oleh Nasrudin yang kemudian memeras Antasari. ”Itu tuduhan keji bagi klien saya. Kalau polisi merasa punya saksi kunci, yaitu Rani, kami pun punya saksi kunci, yaitu seseorang yang dihormati beliau tadi. Kami akan ungkapkan itu nanti di pengadilan,” tutur Juniver.

Secara terpisah, M Assegaf menjelaskan, Antasari kenal dengan Rani sejak tiga tahun lalu ketika ia masih menjadi jaksa dan Rani masih menjadi caddy di Padang Golf Modernland.

”Rani tak hanya melayani Pak Antasari, tetapi juga bos Pak Antasari. Saat bertemu lagi di sebuah hotel, Rani sudah tak menjadi caddy, melainkan bagian marketing,” ujar Assegaf.(sf/NUT/WIN/TRI/nwo/sut)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s