China dan Jepang Mulai Pemulihan

China dan Jepang Mulai Pemulihan
Pinjaman Penahan Krisis ADB Diminati

Rabu, 6 Mei 2009 | 03:15 WIB

Nusa Dua, Kompas – Perkiraan Bank Pembangunan Asia bahwa pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2010 mencapai 6 persen terlihat dari gejala pemulihan ekonomi yang terlihat di China. Kondisi pemulihan serupa juga mulai terlihat di Jepang dan Korea Selatan.

Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Haruhiko Kuroda, dalam jumpa wartawan seusai penutupan Sidang Tahunan Ke-42 ADB di Nusa Dua, Bali, Selasa (5/5), menuturkan, perekonomian China sudah mencapai dasar dan mulai pulih dari hantaman krisis ekonomi dunia. Hal yang sama juga mulai terlihat di Jepang dan Korsel setelah beberapa bulan ini mencatat pertumbuhan ekonomi negatif.

Hanya saja, menurut dia, pemulihan ekonomi sepenuhnya di kawasan Asia bergantung dari seberapa cepat AS dan Eropa mengatasi krisis keuangan mereka menyusul krisis perbankan di sana. ”Kami harus hati-hati karena krisis sektor keuangan di AS dan Eropa harus lebih dulu diatasi. Harus stabil,” ujar Kuroda.

ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia tahun 2009 hanya 3,4 persen, turun dari 6,3 persen tahun 2008 dan 9,7 persen tahun 2007. Namun, dari data pemulihan yang muncul dalam pertemuan tahunan ADB ini, pertumbuhan ekonomi Asia tahun depan diperkirakan mencapai 6 persen.

”Dari pertemuan ADB ini dan sejumlah statistik yang dikeluarkan, ekonomi China mulai keluar dan berada di tahapan pemulihan,” ujar Kuroda. Sangat menarik, lanjutnya, ekonomi Korea pada kuartal pertama tahun ini mencatat pertumbuhan negatif yang cukup besar pada kuartal keempat tahun lalu.

Jepang juga mulai memperlihatkan pemulihan. Setelah mengalami kontraksi ekonomi terburuk selama hampir 35 tahun pada kuartal keempat tahun lalu, menurut Kuroda, sektor produksi Jepang mulai naik.

”Dengan adanya gejala pemulihan dan sejumlah ekonomi seperti China sudah dalam pemulihan, besar kemungkinan pemulihan mereka akan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok ekonomi lain,” ujar Kuroda.

Pasar modal di seluruh Asia, Senin, mencatat peningkatan signifikan. Hal ini didorong indikator ekonomi yang membaik di seluruh kawasan dan terpengaruh ekonomi AS yang mulai memperlihatkan titik balik pemulihan.

Pinjaman penahan krisis

Kuroda menegaskan, sejumlah negara Asia mulai meminati Fasilitas Penahan Tren Penurunan Pertumbuhan Ekonomi (Countercyclical Support Facility) sebesar 3 miliar dollar AS yang disiapkan ADB. Dewan Gubernur ADB, menurut Kuroda, akan menyetujui fasilitas ini dalam beberapa pekan mendatang.

Fasilitas ini disediakan untuk mendukung belanja pemerintah dalam mengembangkan permintaan pasar domestik, peningkatan produksi, penguatan program perlindungan sosial, dan fasilitas perdagangan dalam menahan laju pemutusan hubungan kerja. Untuk negara berpenghasilan rendah, ADB bahkan meningkatkan bantuan menjadi 3,4 miliar dollar AS lewat mekanisme Asian Developmet Fund.

”Sudah ada sejumlah pemerintahan mengindikasikan minat mereka meminjam dari fasilitas baru ini,” ujar Kuroda tanpa merinci lebih jauh.

Menteri Keuangan Filipina Margarito Teves menegaskan, pihaknya berminat memperoleh pinjaman 500 juta dollar AS dari ADB dan badan multilateral lain guna mengatasi defisit anggaran. Defisit meningkat karena ekonomi Filipina yang merosot akibat krisis. (ben/oin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s