Badai Charlotte Timbulkan Gejolak Laut

Jakarta, Kompas – Kemunculan badai tropis saat ini yang diberi nama Charlotte di Samudra Hindia, tepatnya di perairan Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, menimbulkan gejolak laut di berbagai wilayah perairan Indonesia.

Namun, badai itu sendiri bukan satu-satunya penyebab gangguan karena mendinginnya daratan Asia juga meningkatkan laju kecepatan angin menuju wilayah khatulistiwa, termasuk Indonesia, sehingga makin memperburuk cuaca.

”Kejadian seperti ini sebetulnya sudah berulang kali. Namun, kita masih mengabaikan sistem basis data sehingga tidak dapat menciptakan sistem peringatan dini yang mudah dimengerti semua pihak,” kata Paulus Agus Winarso, peneliti masalah kebumian dan bencana dari Komisi Sains Dasar pada Dewan Riset Nasional (DRN), Senin (12/1) di Jakarta.

Menurut Paulus, genangan air laut (rob) yang memasuki daratan yang terjadi sampai pada Senin kemarin bukan disebabkan gravitasi bulan semata. Sebab, puncak bulan purnama dengan tarikan gravitasi tertinggi yang mengakibatkan laut pasang sudah berlangsung sejak Kamis hingga Sabtu pekan lalu.

Embrio terpantau

Secara terpisah, Sugarin yang menjabat Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyampaikan informasi, sejak 6 Januari 2009 sudah terpantau embrio badai tropis Charlotte.

Badai tersebut berkembang dan secara tidak langsung menimbulkan cuaca buruk yang menenggelamkan Kapal Motor (KM) Teratai Prima O di perairan Tanjung Baturoro, Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu dini hari.

”Peringatan dini akan adanya gelombang laut tinggi sudah disampaikan ke semua pihak, termasuk penggerak usaha pelayaran. Namun, masih saja ada yang tetap berlayar,” kata Sugarin.

Saat terjadi kecelakaan, KM Teratai Prima O tercatat informasi hujan lebat pada Minggu antara pukul 01.00 hingga 07.00 disertai angin kencang dari arah barat ke timur dengan kecepatan 20 knot atau sekitar 35 kilometer per jam.

Ini akibat gangguan dinamika atmosfer yang disebabkan peningkatan laju kecepatan angin dari daratan Asia menuju pusat tekanan udara rendah (suhu tinggi) di lokasi badai tropis Charlotte di Samudra Hindia.

Fenomena alam itu dipengaruhi rotasi bumi yang mengakibatkan gerak semu matahari ke belahan bumi selatan. Ini menyebabkan suhu belahan utara mendingin, sedangkan di belahan selatan memanas serta menimbulkan pusat-pusat tekanan udara rendah akibat suhu tinggi dan memungkinkan berkembangnya badai tropis.

Pusat Peringatan Badai Tropis (Tropical Cyclone Warning Centre/TCWE) di Jakarta menginformasikan bahwa kondisi badai Charlotte, Senin kemarin pukul 01.00, berada pada koordinat 16,8 derajat Lintang Selatan (LS) dan 141,2 derajat bujur Timur (BT) atau sekitar 1590 kilometer selatan Jayapura.

Badai tersebut memiliki arah gerak ke timur dengan kecepatan 8 knot atau 15 km per jam yang juga berarti bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Saat ini kondisi badai Charlotte mampu memengaruhi kecepatan angin maksimum di wilayah sekitarnya mencapai 45 knot atau sekitar 85 km per jam.

Prediksi untuk 48 jam ke depan hingga Rabu (14/1) pukul 01.00, posisi badai Charlotte pada koordinat 18,1 derajat LS dan 142,7 derajat BT dengan kecepatan angin maksimum turun sampai 20 knot atau 35 km per jam.

Berlangsungnya badai tropis Charlotte berdampak tidak langsung dengan menimbulkan konvergensi atau pusat pertumbuhan awan hujan memanjang dari Sumatera Selatan, Samudra Hindia, pesisir selatan Sulawesi Selatan, hingga Nusa Tenggara Timur. Di Laut Arafura, potensi tinggi gelombang mencapai 3 meter hingga 5 meter.

”Harus diwaspadai, gangguan dinamika atmosfer yang mencelakakan pelayaran itu terjadi pada malam hingga pagi hari,” kata Paulus. (NAW)

Selasa, 13 Januari 2009 | 00:59 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s